Genosida Rwanda adalah pembunuhan terhadap 800.000 orang Tutsi dan Hutu yang dipimpin oleh kelompok Hutu radikal yang dikenal sebagai Interahamwe, yang terjadi selama 100 hari pada tahun 1994.
444 mayat masih terlihat di tempat terbuka di kota Nyarubuye, berusia 100 tahun. km sebelah timur Kigali.Jumlah korban dari kelompok etnis lain (Twa dan Hutu) tidak diketahui, namun kemungkinan besar ada beberapa, meski tidak dalam jumlah besar.Sayangnya, pembantaian di Rwanda belum mendapat banyak perhatian dari dunia internasional, terutama Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Salah satu penyebab utamanya adalah negara ini tidak memiliki kepentingan strategis di mata dunia internasional.
Kenyataan ini sangat memalukan oleh berbagai pihak.
Ketika konfrensi tentang perceraian etnis dilakukan di Kigali tahun 2004, disebutkan secara jelas, forum menunjuk Amerika Serikat, Belgia , Prancis, dan Inggris berada di balik tragedi perpisahan.
Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan yang waktu lalu menjabat sebagai wakil komandan pasukan penjaga perdamaian di Rwanda tak luput mendapat sorotan.
Terutama setelah ia mendapat Penghargaan Nobel untuk bidang perdamaian.
Juga disebutkan, veto dari Dewan Keamanan PBB yang pada akhirnya menurunkan jumlah pasukan penjaga perdamaian dari 2500 personel menjadi 450 personel tidak mampu mengatasi masalah.
" Pihak luar gagal mencegah kehancuran selama 100 hari di Rwanda " kata Presiden Paul Kagame sebelum memimpin upacara mengheningkan cipta.
Komentar
Posting Komentar